hello, world!
-saatnya saya mengurai apapun yang ada dipikiran saya saat ini, sebelum saya tidak mampu untuk mengungkapkannya lagi suatu hari nanti-
Di sebuah ruangan saya memulai perjalanan saya.
Di ruangan itu saya melihat sebuah bentuk nyata cucuran keringat napak tilas awal perjalanan saya di Yogyakarta dan sebuah masa depan
Di ruangan itu pula saya belajar, belajar memahami kehidupan.
“Ini harusnya tidak seperti ini! Ini sepertinya cocok di sini. Ini tidak boleh ada di sini!”
Itulah beberapa monolog yang biasa terucap ketika saya pertama kali melihat kamar itu.
“Ini harus segera dibetulkan!” respon yang muncul dari dalam pikiran saya.
Dengan beberapa dorongan fisik dan sedikit pemikiran yang filosofis, jadilah ruangan itu seperti yang sudah saya rencanakan sebelumnya.
Saya merasa nyaman di dalamnya, merasa aman di dalamnya. Dan saat itu juga saya berkata, yes! This my room, my almost-dream room!
Ruangan itu tempat saya melepas segala lelahnya dunia kampus. Dan juga, ruangan itu berada dekat dengan ruangan-ruangan lainnya. Ruangan-ruangan itu sangat bersahabat, memiliki filosofi masing-masing untuk menunjukkan keberadaannya. Sungguh bahagia bisa berada dekat dengan ruangan-ruangan itu.
Sekarang, saya harus pergi meninggalkan ruangan itu. Saya harus masuk ke ruangan yang lainnya.
Goodbye, my room! Arrivederci! :’)
Ini adalah beberapa foto ruangan tersebut a.k.a kosan ane
salah satu bagian dari ruangan (kosan) saya
tempat favorit begadang(depan laptop).
Tidak lupa juga, karena beberapa saat lagi umat muslim akan merayakan Idul Fitri,
Saya mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah saya perbuat selama ini. Semoga di hari yang Fitri nanti, kita bisa memulai kehidupan yang baru dengan cinta dan kasih sayang.
*sampah bener nih gw ngomong cinta segala!haha
now playing~ You’re nobody till somebody loves you-Michael Buble
mon, emang bener kalo ada yang bilang, kamarlo seperti bukan kamar laki-laki.
TERLALU RAPI.