Word Worth (hundred)Million

by gerindra00

Rabu, 16 Juni 2010

Selamat Pagi!

Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi saya. Mengapa istimewa? Karena hari ini saya akan menjalani 2 ujian akhir semester pada jam 07.30 dan 10.30, tapi sampai saat saya menulis blog ini, file-file yang menjadi bahan acuan ujian belum sama sekali saya mengerti.haha*menertawakan kehidupan saya! Sudah begitu, hari ini adalah pertandingan Brazil vs Korut! ( Jangan lupa! Sekarang adalah World Cup 2010 Afrika Selatan ) Saya tidak mungkin untuk melewatkan pertandingan ini!haha*lagi-lagi menertawakan kehidupan saya yang bodoh.

Dini hari ini saya menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan Brazil vs Korut yang berakhir 2-1 untuk Brazil. Selama menonton pertandingan ini, saya tetap update twitter sambil melihat beberapa status twitter orang-orang yang saya follow. Ada satu berita yang menggelitik hati. Updatenya kurang lebih seperti ini:

Akhirnya, Inggris Minta Maaf Atas Tragedi Bloody Sunday http://de.tk/BJngx

Sekilas saya bertanya, maaf kenapa? Memangnya ada insiden beberapa waktu lalu? Setelah saya baca dan dipahami(sedikit). Ternyata, Bloody Sunday adalah sebuah insiden yang terjadi sekitar 39 tahun yang lalu tepatnya tanggal 30 Januari 1972 yang terjadi di Bogside Area, Irlandia Utara. Insiden ini menewaskan sekitar 13 orang pada hari tersebut dan mengakibatkan tewasnya 4 orang setelah insiden tersebut terjadi akibat luka yang diderita saat insiden terjadi. Korban tewas rata-rata adalah warga tidak bersalah yang rata-rata berumur 20 tahun.

Insiden bermula ketika para tentara Inggris ingin menenangkan para pendemo yang berada di jalan, namun dengan tiba-tiba, para tentara tersebut menembaki para pendemo tersebut tanpa pandang bulu. Pendemo, para pejalan kaki yang sedang berlindung, bahkan orang yang ingin menolong para korban pun menjadi sasaran tembak para tentara.  Beberapa saksi menyebutkan, banyak warga yang ingin menyelamatkan korban yang telah memberikan tanda berupa kain putih, menandakan bahwa mereka datang untuk niat yang baik, namun tetap saja, para tentara menembaknya. Ada yang ditembak langsung di keningnya, ada pula yang ditembak dibahunya dan menembus bagian tubuh lainnya.

Beberapa momen yang terabadikan saat itu diantaranya adalah:

Salah satu peninggalan korban adalah sebuah sabuk yang terdapat rusak(bolong) di bagian belakang sabuk tersebut yang merupakan bekas peluru yang ditembakkan oleh tentara Inggris milik Patrick Doherty (31)Setelah kejadian tersebut, pemerintah Inggris mengusut kasus tersebut, namun pengusutan tersebut dilakukan dengan kesan untuk menutup-nutupi kejadian ini. Entah karena tidak ingin nama baik tentara tercoreng entah karena pemerintah merasa benar, tidak ada yang tahu. Sampai saat ini, masih ada beberapa dendam yang terpendam bagi rakyat Irlandia akibat kasus ini dan menuntut permintaan maaf dan pertanggung jawaban atas segala apa yang terjadi saat itu kepada pemerintah Inggris.

Dan pada akhirnya, setelah mengalami pengusutan yang panjang dan menghabiskan dana sekitar 190juta poundsterling, Juni 15, 2010, para korban dinyatakan tidak bersalah dan tidak bersenjata saat insiden tersebut terjadi, seperti yang telah dituduhkan oleh para tentara Inggris. Melalui PM-nya, David Cameron, pemerintah Inggris secara resmi meminta maaf kepada korban insiden Bloody Sunday. Beberapa orang tua korban merasa lega, beberapa lagi masih merasakan penyesalan terhadap insiden tersebut, bahkan ada juga beberapa meminta untuk menyimpan laporan(berkas) perkara tersebut yang menurut kabar berisi lebih dari 20 juta kata tersebut dan membacanya secara perlahan-lahan.

Sebuah kata yang sangat mahal untuk diucapkan.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda sebagai peringatan yang dibuat oleh warga Irlandia Utara atas insiden tersebut :

lukisan wajah korban insiden

*1 jam setengah menuju ujian SIA.hahaha  {:^0

Advertisements